Novelku

Ini novel pertamaku, berseting sejarah Mataram Islam masa Amangkurat (setelah Sultan Agung, abad XVII)

.
Gadis-gadis Amangkurat
Cinta yang Menikam

Era Mataram Islam di bawah Amangkurat I yang berpusat di Pleret (pasca Sultan Agung) diceritakan oleh banyak sejarahwan maupun “juru kisah” sebagai era paling kelam dalam sejarah kerajaan ini. Dari B.H.M Vlekke,  H.J. van de Graaf, M.C.  Ricklefs hingga Y.B. Mangunwijaya, juga penulis Babad Tanah Jawa serta lakon ketoprak Mataram, semua menampilkan gambaran yang senada:masa Amangkurat I adalah gerhana panjang.

Pada era ini terjadi pembantaian ribuan santri dan ulama. Mereka dituduh bersekutu dengan Pangeran Alit untuk melakukan makar. Menyusul  mangkatnya Ratu Malang (istri Amangkurat  I), puluhan abdi dalem Kaputren dikurung tanpa diberi makan dan minum hingga mati. Mereka dituduh meracuni Ratu Malang; lalu diikuti perburuan gadis-gadis untuk menggantikan sang ratu. Dalam kemelut ini lahirlah tragedi kematian Rara Oyi. Gadis belia calon istri Amangkurat itu dihukum mati karena ketahuan menjalin hubungan cinta dengan putra mahkota; dan hukuman itu harus dilaksanakan oleh kekasihnya sendiri!

Dengan mengambil latar sejarah tersebut, dan disertai riset yang sungguh-sungguh, novel ini membangun imajinasi historis tentang imbas kekuasaan despotis tersebut terhadap kaum lemah dan terpojok: rakyat jelata seperti  petani, tukang,wong mbarang  [seniman jalanan], dan terlebih-lebih yang  berjenis kelamin perempuan! Maka inilah babad kaum pinggiran! Kaum yang selalu terpojok dan tak memiliki kisahnya sendiri.